Posts

Rumah

Hatimu, menjadi rumah paling nyaman, Juga setiap hela nafasmu menjadi berkah untuk langkahku. Kau tahu, setiap kopi yang kubuat untukmu, kusajikan dengan penuh “terima kasih” dan terucap semoga akan selalu ada kopi berikutnya yang tersaji-_ Kesempatan yang sentiasa kau beri padaku, tumbuh, beropini, bangkit, bahagia, berjuang, jatuh dan segala proses terasa nikmat karenamu. Terima kasih selalu menjadikan aku nomor 1.

Februari Tragis

 Februari Tragis kau masih saja sibuk dengan secangkir kopi mu seperti bercakap, dan menyisakkan senyum di wajahmu. bisakah kutebak?  tiada yang kau sisakan lagi selain mencintai paling dalam    katamu kau kuat, katamu kau Ikhlas,  biarlah katakan saja, meskipun matamu takkan bisa menipu sedihmu semakin lebat dan air terjun telah terbentuk di matamu kesedihan mana yang sengaja kau tutupi, takkan mampu menghilang dari pelupukmu aku tahu, jadi izinkan aku menjadi bagian yang akan menciptakan  bahagia lagi untukmu, Ayah ...

Sebuah Perjalanan Panjang

”Kenangan“ Benar bila kenangan adalah tempat tingal ternyaman, dulu kukira ia akan patah berkeping keping lalu hancur berserakan bahkan hilang terombang-ambing. Perassaan yang akan gelap, rindu dan kita yang menjadi asing. Parahnya rindu yang bersemayam hingga pagi, kusebut namamu dengan begitu lantang di setiap langkah dan begitu basah; Air mata mengawetkan luka. Setiap album yang pernah menorehkan bahagia, pahitnya kini telah terjaga, meski kupaksa pergi - rinduku takkan pernah bisa berakhir. -Arnianti Parnisiska-