Februari Tragis
Februari Tragis
kau masih saja sibuk dengan secangkir kopi mu
seperti bercakap, dan menyisakkan senyum di wajahmu.
bisakah kutebak?
tiada yang kau sisakan lagi selain mencintai paling dalam
katamu kau kuat,
katamu kau Ikhlas,
biarlah katakan saja, meskipun matamu takkan bisa menipu
sedihmu semakin lebat dan air terjun telah terbentuk di matamu
kesedihan mana yang sengaja kau tutupi,
takkan mampu menghilang dari pelupukmu
aku tahu, jadi izinkan aku menjadi bagian yang akan menciptakan
bahagia lagi untukmu, Ayah ...
Comments
Post a Comment