Sebuah Perjalanan Panjang

”Kenangan“

Benar bila kenangan adalah tempat tingal ternyaman, dulu kukira ia akan patah berkeping keping lalu hancur berserakan bahkan hilang terombang-ambing. Perassaan yang akan gelap, rindu dan kita yang menjadi asing.

Parahnya rindu yang bersemayam hingga pagi, kusebut namamu dengan begitu lantang di setiap langkah dan begitu basah; Air mata mengawetkan luka.

Setiap album yang pernah menorehkan bahagia, pahitnya kini telah terjaga, meski kupaksa pergi - rinduku takkan pernah bisa berakhir.


-Arnianti Parnisiska-





Comments

Popular posts from this blog

Februari Tragis

Rumah